Retreat Bersama PERKANTAS Balige

February 1, 2011 2 comments

Akhirnya aku bisa juga tau gimana rasanya retrear rohani, hihii . .
banyak kenangan n  pengalaman yang aku dapat dari acara itu..mulai dari penglaman bisang rohani, pengalaman tempat2 yang cantik, pengalaman ma kenalan-kenalan baru, bermain bersama n kebaktian bersama, ahhkkk banyaklah kegiatan2 yang sangat baik untuk kepribadian ku.

ne ada beberapa foto yang aku dapat . . .

Advertisements
Categories: Kristiani, Me, Pneumatikos

Tempat Menaruh Harapan

January 12, 2011 Leave a comment

Yeremia 17:7
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 123; Yudas 1; Yehezkiel 46-47

Menjadi anak yang dibanggakan orangtua bukanlah impian saya (sampai saat ini), bahkan sejujurnya itu membawa beban bagi saya. Di mata saudara-saudara saya, saya ini memilki masa kecil yang cukup enak dibandingkan mereka. Memang harus diakui, saya adalah anak yang jarang sekali dimarahi oleh orangtua khususnya bapak saya. Namun, dalam pemikiran saya hal ini wajar karena saya memang selalu membanggakan mereka. Dari SD-SMP, saya selalu memiliki rapor yang bagus dan saya juga termasuk anak rumahan.

Masuk SMA, saya mulai sedikit “memberontak” kepada orangtua saya. Saya yang dulunya suka membaca buku pelajaran pada saat di rumah, semua itu tidak saya lakukan lagi. Bahkan agar orangtua saya tidak membanggakan saya di depan orang lain atau keluarga besar kami, saya dengan sengaja membuat nilai-nilai mata pelajaran saya pada saat saya kelas 1 SMA cukup jelek. Namun, hal itu tidak berhasil.

Meski mereka kecewa dengan hasil rapor saya ketika itu, tetapi mereka tetap menaruh harapan besar kepada saya agar saya dapat membawa nama harum keluarga. Puji Tuhan, saya memiliki teman dan kakak rohani yang sangat baik kepada saya. Lewat pengertian yang mereka berikan kepada saya, misi “pemberontakan” tersebut pun akhirnya saya akhiri. Singkat cerita, naik kelas ke 2 SMA, saya pun membalas kekeliruan saya dengan belajar sungguh-sungguh. Meski tidak menjadi 10 besar, tetapi nilai-nilai rapor saya tidak ada yang merah. Bahkan ketika lulus SMA, nilai-nilai kelulusan saya dapat dikatakan diatas rata-rata dan saya masuk ke perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia.

Berbeda dengan saya, Tuhan tidaklah seperti itu. Walau anak-anak-Nya di muka bumi terus menerus menaruh harapan kepada-Nya, Dia tidak pernah lelah atau terbebani dengan semua itu. Dia malah senang ketika umat-Nya datang kepada-Nya dan menyerahkan kehidupan mereka kepada-Nya. Alkitab bahkan membuktikan bahwa orang-orang yang menaruh harapan kepada Tuhan tidak pernah menjadi kecewa.

Apakah hari-hari Anda memiliki banyak masalah dan untuk keluar dari sana Anda mengandalkan kekuatan orang lain? Atau Anda kuatir dengan masa depan Anda sehingga Anda menaruhkan hal tersebut kepada orang-orang yang memiliki jabatan diatas Anda? Dalam kasih, saya ingin memberitahukan sudahi semua itu. Percayalah hanya pada Tuhan. Serahkan semua itu kepada-Nya. Lihat, ketika Anda menjadikan Tuhan sebagai tempat pengharapan maka hidup Anda akan terjaga aman dan senantiasa diberkati.

Tuhan adalah tempat terbaik Anda menaruh harapan-harapan Anda.

Hm…. skalian searching2, aku dapat ne. heheeheeh . . . . : http://renungan-harian-kita.blogspot.com/search/label/Renungan%20tentang%20Pengharapan

Awal tahun 2011

January 12, 2011 Leave a comment

Haaaahhhhhhhk . .. .

Baru hari ne aq bisa nge-post lgi di taun ne. Tapi gpplah, tuh pun dah syukur bisa buat post baru. hhahahahaha . .. 🙂

yah, singkat ajalah post pertama ku di taun ne, aku mau bilang:

Slamat tahun baru buat smuanya…. moga tahun ini menjadi tahun buat kita untuk hidup lebih baik lagi dan menjadi tahun kesuksesan buat kita….. :berdoa:

Categories: Uncategorized

Arti Kehidupan

December 11, 2010 Leave a comment

Ini barusan aku barusan cari2 di google artikel ato crita2 yang stidaknya bisa menggugah hati dan memberi smangat… heheheheh (“sok x yeah . . .”) :))

Yang pengen baca, baca aja.
n yang gak pengen baca, cobalah baca, pasti gak nyesal . . . :))

Penulis : Andrie Wongso

Alkisah, ada seorang pemuda tampak mendatangi seorang tua bijak untuk bertanya, “Paman, saya menempuh perjalanan jauh ini, sesungguhnya untuk menemukan jawaban, bagaimana caranya membuat diri sendiri selalu gembira dan bahagia? Dan, sekaligus bisa membuat orang lain selalu gembira?”

Sesaat, si paman menatap sambil menilai kesungguhan raut wajah rupawan di hadapannya. Sambil tersenyum bijak, dia berkata, ”Anak muda, mengingat usiamu yang masih begitu muda, terus terang paman terkejut dan tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu. Baiklah, untuk menjawab pertanyaanmu, paman akan memberimu empat kalimat sakti. Perhatikan baik-baik ya…”

Pertama, anggap dirimu sendiri seperti orang lain!” Kemudian, si paman melanjutkan dengan pertanyaan, ”Anak muda, apakah kamu mengerti kalimat pertama ini? Coba pikir baik-baik dan beri tahu paman apa pengertianmu tentang kalimat tadi?”

Tidak lama kemudian, si pemuda dengan gembira menjawab, ”Saya coba jawab ya Paman, tapi tolong dikoreksi jika salah. Jika saya bisa menganggap diri saya seperti orang lain, maka saat saya menderita, sakit dan sebagainya, dengan sendirinya perasaan sakit itu akan jauh berkurang. Begitu juga sebaliknya, jika saya mengalami kegembiraan yang luar biasa, dengan menganggap diri sendiri seperti orang lain, maka kegembiraan itu tidak akan membuatku lupa diri. Apakah betul Paman?”

Dengan wajah senang si paman mengangguk-anggukkan kepala dan melanjutkan berkata, “Kalimat kedua, anggap orang lain seperti dirimu sendiri!”

Setelah berpikir sejenak, kemudian…perlahan ia mengulangi kata-kata si paman, ”Anggap orang lain seperti diri kita sendiri… Dengan menganggap orang lain seperti diri kita, maka saat orang lain sedang tidak beruntung, kita bisa berempati, bahkan mengulurkan tangan untuk membantu. Kita juga bisa menyadari akan kebutuhan dan keinginan orang lain. Berjiwa besar serta penuh toleransi. Betul Paman?”

Dengan raut wajah makin cerah, si paman berkata, ”Lanjut ke kalimat ketiga. Camkan kalimat ini baik-baik, anggap orang lain seperti mereka sendiri!”

Si anak muda terlihat kembali berpikir. Tak lama , ia mengutarakan pendapatnya, ”Kalimat ketiga ini menunjukkan bahwa kita harus menghargai privacy orang lain, menjaga hak asasi setiap manusia dengan sama dan sejajar. Sehingga, kita tidak perlu saling menyerang wilayah dan menyakiti orang lain. Tidak saling mengganggu. Setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri. Bila terjadi ketidakcocokan atau berbeda pendapat, masing-masing bisa saling menghargai.”

Selesai berkata-kata, terdengar sang paman tertawa, ”Bagus, bagus sekali! Ketiga kalimat telah kamu artikan dengan sangat baik. Nah, sekarang kalimat keempat, anggap dirimu sebagai dirimu sendiri! Paman telah menyelesaikan semua jawaban atas pertanyaanmu. Anak muda, kalimat yang terakhir memang sesuatu yang sepertinya tidak biasa. Karena itu, renungkan baik-baik,” kata si paman sambil beranjak dari tempat duduknya.

Sampai beberapa waktu, pemuda itu tampak kebingungan dan kembali mencari sang paman.

”Paman, setelah memikirkan keempat kalimat tadi, saya merasa ada ketidakcocokan, bahkan kontradiktif. Bagaimana caranya saya bisa merangkum keempat kalimat tersebut menjadi satu? Dan, perlu waktu berapa lama untuk mengerti semua kalimat Paman sehingga aku bisa selalu gembira dan sekaligus bisa membuat orang lain juga gembira?”

Spontan, si paman menjawab, ”Gampang. Renungkan dan gunakan waktumu seumur hidup untuk belajar dan mengalaminya sendiri.”

Si pemuda berkelana dan belajar hingga usia tua. Saat dia meninggal, orang banyak menjulukinya sebagai, ”Orang bijak yang selalu gembira dan senantiasa menularkan kegembiraannya kepada setiap orang yang dikenalnya”.

Pembaca yang luar biasa,

Keempat kalimat di atas, yakni:

1. anggap dirimu seperti orang lain;

2. anggap orang lain seperti dirimu;

3. anggap orang lain seperti mereka sendiri;

4. anggap dirimu sebagai dirimu sendiri;

memang bukan sesuatu yang mudah untuk dimengerti, apalagi dipraktikkan. Sebagai makhluk sosial, kita dituntut untuk belajar mencintai kehidupan dan belajar berinteraksi dengan manusia lain di muka bumi ini. Selama kita mampu menempatkan diri, tahu dan mampu menghargai hak-hak orang lain, serta mengerti pula keberadaan jati diri sendiri di setiap jenjang proses kehidupan, maka kita akan menjadi manusia yang lentur.

Dengan begitu, ke mana pun kita bergaul akan mendapat tempat dan selalu memberikan kehangatan, kedamaian, kegembiraan. Dan kebahagiaan hidup pun akan muncul secara alami…….

Success is my right!

Salam sukses, luar biasa!!

http://andriewongso.com/awartikel-2626-AW_Artikel-Arti_Kehidupan

Semester 3

December 8, 2010 2 comments

Haaaaaaaaahhhhhhhhkkkkkkk……..
Udah nampak kali susahnya smester ne, dah susah, banyak kegiatan,
hihihihihihi . . . emosi pun ikut terpancing.
Apa boleh buat, itu smua harus awak jalani.

Smangat buat angkatan 2009, smua pasti baek2 aja, mari kita hadapi dengan kesabaran
dan dipoles dengan senyuman 🙂 . . . hihihhihihi . . .

Buat kakak/abang angkatan2008, smangat yah menyelesaikan TA nya,,,
heheheheheh… Oia aku tetap menunggu Eclipse Delivery…hahahahahah..

ne dia neh,, saat buat adek2 ku tersayank angkatan 2010.
taun-taun pertama ne buat adek2 awak,, smangat yeah adek2ku..
jangan langsung mudah putus asa, jangan langsung minta keluar dari DEL yah . . .
Smua ne lom Finaknya loh,, jadi tetap smangat lah kita. . .
:))

Pokoknya harus bisalah tetap sabar, smangat, jangan cengeng. . . .
:))

Categories: Ankatan 09 PIDEL, Me, PI DEL

Foto selesai senam

November 13, 2010 5 comments

ne ada foto-foto sbagian anak ASPI 1 yang sehabisa senam pengen foto-foto.
getek . . . .!!
hahahahaha . . . .


===================================================================

===================================================================

===================================================================

Ultah Milca

October 20, 2010 Leave a comment

Met Ultah dek . . .
Wish U all the best . . .:D

===================================================================

Categories: Ankatan 09 PIDEL, Gambar, Me, PI DEL